Analisis Dampak Program Wanua Wailan sebagai CSR Berbasis Community Development dalam Menangani Permasalahan Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi di Kelurahan Pangolombian dan Kelurahan Tondangow
Keywords:
CSR, Community Development, Wanua Wailan, Ekonomi Sirkular, BIOMOL, Light Trap, Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)Abstract
Purpose – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Wanua Wailan sebagai model Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis Community Development (Comdev) dalam menangani permasalahan lingkungan, sosial, dan ekonomi di Kelurahan Pangolombian dan Kelurahan Tondangow. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap degradasi lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia, timbunan sampah organik yang belum terkelola, serta tingginya jumlah kelompok rentan dengan keterbatasan akses terhadap kegiatan ekonomi produktif.
Design/methods/approach – Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis kuantitatif dilakukan untuk menghitung penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan mengacu pada pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006.
Findings – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Wanua Wailan berhasil membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis komunitas melalui integrasi pengelolaan limbah, pertanian restoratif, peternakan, UMKM, dan edukasi digital. Inovasi utama berupa BIOMOL, Light Trap berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), serta penggunaan kompor induksi terbukti mendukung perubahan praktik masyarakat menuju sistem rendah karbon. Program ini meningkatkan rata-rata pendapatan anggota kelompok binaan sebesar Rp2.317.422 per bulan, berkontribusi pada penurunan kemiskinan melalui intervensi keluarga miskin di dua kelurahan, serta menurunkan emisi sebesar 100,4357 ton CO₂eq per tahun.
References
Aryanti, E. D., & Sukardi, A. S. (2024). Pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan ketimpangan pendapatan terhadap kemiskinan di Indonesia. Journal of Economics Research and Policy Studies, 4(2), 117–133
Elkington, J. 1997. Cannibals With Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. United Kingdom: Capstone Publishing Limited
IPCC. (2006). Chapter 3 Chemical Industry Emissions. IPCC Guidelines for National Greenhouse.https://www.ipccnggip.iges.or.jp/public/2006gl/pdf/3_Volume3/V3_3_C h3_Chemical_Industry.pdf
Lumi, C. A., Pio, R. J., & Rumawas, W. (2023). Implementasi corporate social responsibility berdasarkan konsep triple bottom line pada PT Bank SulutGo. Productivity, 4(4)
PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang UP PLTP Lahendong. (2025). Laporan implementasi program community development WANUA WAILAN tahun 2025 [Laporan internal tidak dipublikasikan]. PT PLN Indonesia Power
Rusiadi, Yusuf, M., & Adivia, A. (2024). Teori Ekonomi Sirkular, Ekonomi Hijau, dan Bioekonomi (Cetakan pertama). Tahta Media Group
Sinambela, B. R. (2024). Dampak penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian terhadap lingkungan hidup dan kesehatan (The Impact of Pesticide Use in Agricultural Activities on The Environment and Health). Jurnal Agrotek, 8(2)
SDGs Indonesia - Kementerian PPN/Bappenas. https://sdgs.bappenas.go.id/ Diakses, Maret 2026
Undang-Undang no. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














